Sunday, October 16, 2011

Orangutan = Hutan

Hello everyone!
Tanggal 2 Oktober 2011, sekitar jam 4 sore, Fadilah Pendi Amat, seorang pencari kayu damar dari Desa Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, datang ke Nyaru Menteng dengan sebuah kardus kecil di tangannya. Dalam kardus kumal bekas mie instan yang beralas selimut tua itu, terbaring bayi orangutan lemah tak berdaya, menahan kesakitan yang amat sangat. Tubuhnya terbakar di beberapa tempat, memperlihatkan luka segar yang menganga. Aroma tak sedap segera menyergap. Terlihat jelas bahwa Pongo pygmaeus muda ini terbalut dalam kotorannya sendiri. Kondisinya amat memprihatinkan.Pak Pendi pun bertutur, bukan dia yang pertama menemukan orangutan tersebut, melainkan temannya Chen. Pak Chen menemukannya di Takaras, sebuah desa mungil di Kec. Mungku Baru, Palangkaraya. Berada tepat di tepian hutan, Takaras memang mengalami kebakaran hutan baru-baru ini, tak jauh dari lokasi desa tersebut. Tak lama setelah kebakaran terjadi, Pak Chen sedang mencari kayu damar seperti biasa, ketika dia melihat seekor anjing liar yang sedang berkelahi dengan induk orangutan. Orangutan betina ini dalam kondisi yang sangat lemah. Sekujur tubuhnya mengalami luka bakar yang cukup parah. Dia pun mati dalam pertarungan, meninggalkan anaknya terlunta-lunta sendiri.


Orangutan ini berumur 3 tahun! Dan menerima perawatan khusu seperti bayi pada malam hari!



Sebelumnya untuk postingan kali ini. Saya ingin menggunakan bahasa Indonesia. Sebab, pada postingan kali ini saya akan membahas tentang Orangutan lagi. 

Beberapa belakangan ini entah kenapa saya sedang concern terhadap Orangutan. Mungkin saya memang telat ketika baru mengetahui tentang pembantaian Orangutan. Tetapi lagi-lagi, better late than never. Ketika saya tahu tentang pemberitaan mengenai pembantaian Orangutan di Kalimantan Timur, saya langsung membuat postingan tentang #Saveorangutan lalu mulai menggunakan jejaring sosial twitter sebagai alat kampanye saya sendiri. Memang tidak sering-sering. Tapi dengan menggunakan hashtag #saveorangutan hal itu juga akan berguna di jejaring sosial twitter.

Mengangkat topik mengenai Orangutan untuk blogger seperti saya yang masih dibilang 'junior' pasti bakal banyak yang bilang kalau itu sok, dan hal yang saya lakukan mungkin hanya angin-anginan. Tapi disitu saya ingin membuktikan dan (semoga saja) hal ini bakal terus bertahan hingga saya dewasa. Saya ingin menjadi bagian dari penyelamat Orangutan. 

Sebelumnya kalau mungkin ada yang bertanya kenapa disebut pembantaian Orangutan? Kenapa itu bisa terjadi? Saya mengetahui bahwa itu akibat ulah manusia sendiri. Awal mulanya dari penebangan habitat-habitat Orangutan itu sendiri. Hutan-hutan di Sumatera bahkan Borneo pun banyak yang sudah habis ditebangi. Seperti contoh kasus yang ada di Kalimantan Timur. Bagaimana Orangutan bisa bertahan hidup tanpa makanan yang ada di hutan. Mau tak mau mereka keluar dari areal hutan dan menuju areal perkebunan kelapa sawit mereka memakan buah/biji atau apalah yang terdapat pada kelapa sawit. Kemudian karena hal itu mereka anggap bisa dimakan dan bisa menjadi sarana pengenyang perut mereka (Toh mereka sama saja seperti kita. Lapar ya cari makan ngga menunggu makanan). Sampai ketika pengusaha kelapa sawit mengetahui hal tersebut dan mulai menganggap Orangutan sebagai hama! Jeez, mereka Orangutan bukan hama! Membunuh Orangutan bahkan hampir mau membuat mereka punah karena keegoisan sendiri? Aturan kalau para pengusaha kelapa sawit pedulu mereka bisa lebih concern pada lingkungan sekitar kelapa sawit. Jika ingin mengetahu kekejaman para pengusaha sawit bisa membaca postingan saya sebelumnya. Saya kagum dengan orang-orang yang concern tentang Orangutan! Bisa diklik link mengenai "Pernyataan BOSF tentang Pembantaian Orangutan"

Percaya atau tidak 97% gen Orangutan tuh persis dengan kita. Kemudian Orangutan sama seperti kita ketika mereka diberi kasih sayang yang berlebihan hingga mereka tidak mampu menjadi liar. Maksudnya liar adalah tidak mampu survive sendiri nanti. Maka dari itu ada sebuah foundation yang bergerak seperti 'sekolah' bagi Orangutan. Yaitu, Bornea Orangutan Survival Foundation Mereka adalah orang-orang yang benar-benar concern tentang Orangutan yang kehilangan orangtuanya, atau Orangutan yang sedang direhab karena terluka dan masih mengalami trauma akibat perlakuan yang keji. 
Hal trauma yang paling bakal dirasakan dampaknya itu banyak dirasakan bagi Orangutan balita. Seperti kasus, ketika Ibu Orangutan sedang berusaha sedemikian rupa melindungi anaknya namun pada akhirnya si Ibu Orangutan harus mengalah pada nasib mesin-mesin raksasa yang membabat habis hutan kita akhirnya membuat si Orangutan balita ketakutan dan trauma (Bayangkan, Orangutan bisa merasakan hal seperti itu! Coba posisikan kita di tempat mereka!). Kemudian seperti halnya manusia, induk orangutan selalu merawat, menjaga, dan memberi kasih sayang kepada anaknya yang masih kecil, hingga dirasa dia bisa hidup secara mandiri lepas sama sekali dari  induknya. 
Ohya, Orangutan juga butuh sekolah, bahkan mereka harus sekolah agar bisa menjadi liar dan bisa survive di hutan nantinya. Di sekolah mereka tidak boleh manja-manja dengan manusia, mereka harus bisa bersosialisasi dengan Orangutan lainnya. Banyak Orangutan yang menempati habitat hutan yang lain agar bisa bertahan hidup secara alami. Kalau Orangutan yang habis direhabilitasi dipindahkan ke hutan yang memang populasi Orangutannya sudah banyak pasti mereka akan kalah saing dalam hal kepercayaan diri!

Hutan butuh Orangutan. Orangutan merupakan penyeimbang keadaan alam di hutan! Orangutan adalah penebar biji terbaik yang pernah ada di hutan! Orangutan makan buah-buahan kemudian ada beberapa buah yang memiliki biji. Biji dari buah-buah yang mereka makan dibuang ke tanah. Bahkan ada beberapa Orangutan yang memakan biji tersebut lalu keluar lagi menjadi feses yang pada akhirnya akan ke tanah. Orangutan membantu dalam hal penjagaan kesuburan di hutan! 
Kemudian ketika Orangutan membuat sarangnya, mereka biasanya mematahkan ranting-ranting pohon. Kebanyakan ranting-ranting dan dedaunan pohon  menutupi cahaya matahari untuk dapat menembus ke tanah. Berkat adanya Orangutan mereka membantu cahaya matahari menembus ke tanah. Nah, hal yang Orangutan lakukan sehabis makan membuang biji hingga mematahkan ranting-ranting pohon secara tidak langsung membantu memperbaiki dan mempercantik hutan. Sehingga banyak spesies-spesies yang lain datang ke hutan tersebut. Sebagai nilai plus, atau seperti kata Rini Sucahyo pada acara Catatan Metropolitan yang sempat membahas tentang Orangutan, "Ya, Orangutan memang lucu  lucu. Anggep itu adalah selling point dari mereka sendiri". Begitu ucapan dari Rini kalau saya tidak salah hehe.


Lewat Bornea Orangutan Survival Foundation  kita bisa mendonasikan dana untuk membantu dalam hal keuangan ketika mengurusi Orangutan (Tentu biaya sekolah Orangutan tidak murah!). Ada juga kita bisa mengadopsi mereka! Untuk syarat dan ketentuan bisa dilihat lebih lanjut di website Bornea Orangutan Survival Foundation! Ya, saya masih pelajar belum bisa menghasilkan uang. Saya masih belum bisa bergerak untuk membantu dalam hal dana. Hal yang masih bisa saya lakukan hanya lewat gerakan mempromosikan dan memberitakan hal seperti ini. Ayo buat kalian yang di luar sana masih belum sadar akan betapa pentingnya Orangutan, yuk kita mulai buka mata, hati, telinga kita. Mereka butuh kita untuk membantu dalam hal sekolah mereka. Mereka harus menjadi Orangutan yang liar di hutan agar bisa menciptakan habitat hutan yang baik dan menjadi seimbang. Mereka harus tetap ada! HIDUP ORANGUTAN! #SAVEORANGUTAN

Manusia memang butuh hutan sebagai pemberi Oksigen, tetapi hutan butuh Orangutan! Ketika hutan butuh Orangutan, berarti kita juga butuh Orangutan!
PS: Jangan hitung Orangutan perekor. Mereka ngga punya ekor! Cukup bilang 1 Orangutan, 2 Orangutan! 

Follow: @bornean_Ou 


Tuesday, October 4, 2011

Save Orangutan








Orangutan means ‘person of the forest’. It comes from the Malay words ‘orang’ meaning people and ‘hutan’ meaning forest.  Orangutan is arboreal means tree-living. The orangutan is the largest arboreal 

animal in the world and is well adapted for life in the trees. The orangutan can grasp branches with both its hands and feet and has very mobile shoulder and hip joints. Both these features help the orangutan to travel through the forest canopy. Orangutans make and sleep in a new nest every night. 

In 1900, there were over  315,000 wild orangutans. Nowadays, there are approximately  50,000. That is a decrease of more than 80% in just over 100 years! The Sumatran orangutan is classified as critically endangered and the Bornean orangutan is classified as endangered. Then, Sumatran orangutan may be the first great ape to become extinct in  the wild. 

Orangutan's home is tropical rainforest. And bad news, our tropical rainforest are being cut down for timber and the land cleared for mining and palm oil plantations. Orangutans have lost 80% of their 
habitat in the last 20 years! Now, I do not know what I've to say, I feel so furious because of orangutans are occasionally killed or injured by plantation owners and farmers! They consider orangutans to be pests. If a female orangutan is found with an infant, the mother may be killed and the infant sold into the illegal pet trade. Then the worst one, plantation owners will pay anyone who could kill orangutan. They will give Rp. 500.000-Rp.2000.000 for anyone who could kill and bring orangutan's head. The murder of innocent orangutan. 

What can we do to save our Orangutan? Yes, it's true there's a rehabilitation centres are set up to treat and care  for sick, injured or orphaned orangutans with the ultimate aim of returning them back to the wild. So, what can we do to help?

First from the smallest step like use recycled paper. Then raise awareness about the orangutan and its . rainforest habitat. Become a Junior Member of the Orangutan Foundation and receive all the latest updates on our projects and activities. After that we can adopt one of the orangutans at the Orangutan Foundation’s Care Centre in Borneo.







PS: If we're late. One day, in 10 or 20 years from now, when we take a walk with our children to the zoo then we're gonna tell our children "Ituloh yang namanya Orangutan." *Pointing out Orangutan statue to our children*. Better late than never, but much better if we do it now. Let's spread this. SAVEORANGUTAN!